Cara saya bekerja.
Studi kasus dari pengalaman pribadi.
CRM · Operasional
Dari spreadsheet ke sistem, merapikan operasional yang tumbuh terlalu cepat.
Situasi
Perusahaan pelatihan IT dengan ratusan transaksi per bulan masih mengelola data pelanggan, jadwal pelatihan, dan invoice secara manual. Ketika bisnis tumbuh, proses yang sebelumnya "cukup" mulai jadi bottleneck, data tersebar, tim saling tunggu informasi, dan kesalahan input jadi hal biasa.
Pendekatan
Langkah pertama adalah duduk bareng tim operasional selama beberapa sesi, memahami alur kerja nyata mereka, bukan yang tertulis di SOP. Dari situ baru terbentuk gambaran sistem yang perlu dibangun: bukan yang canggih, tapi yang benar-benar dipakai. Sistem dibangun bertahap. Modul yang paling menyakitkan dikerjakan duluan, sisanya menyusul setelah tim mulai nyaman dengan perubahan.
Hasil
Proses yang sebelumnya butuh koordinasi manual antar divisi bisa diselesaikan dalam satu sistem. Tim operasional tidak perlu lagi bolak-balik tanya ke bagian lain untuk data yang sama. Waktu yang sebelumnya habis untuk administrasi bisa dialihkan ke hal yang lebih penting.
ERP · Architecture
Mengelola ekosistem aplikasi yang tumbuh organik dan mulai saling bertabrakan.
Situasi
Ekosistem aplikasi internal yang dibangun bertahun-tahun oleh banyak orang punya masalah klasik: setiap modul jalan, tapi tidak bicara satu sama lain dengan baik. Update di satu tempat bisa breaking di tempat lain. Tim development sering debug masalah yang sama berulang kali.
Pendekatan
Audit menyeluruh terhadap service yang ada, mana yang perlu dipisah, mana yang bisa digabung, dan mana yang harus dibuang. Setelah peta sistemnya jelas, mulai refactor secara bertahap tanpa menghentikan operasional yang berjalan. Sekaligus membangun standar: code review, dokumentasi minimal yang wajib ada, dan deployment flow yang konsisten.
Hasil
Debugging yang sebelumnya bisa makan setengah hari bisa diselesaikan dalam hitungan menit karena masalah lebih mudah diisolasi. Yang paling penting, tidak ada lagi satu orang yang jadi bottleneck kalau ada masalah.
Consulting · Delivery
Ketika klien datang dengan solusi, padahal yang mereka butuhkan adalah pertanyaan yang lebih baik.
Situasi
Seseorang datang dengan brief yang sudah cukup detail: fitur A, fitur B, integrasi C. Tapi setelah ngobrol lebih dalam, ternyata ada asumsi besar yang belum divalidasi — dan kalau langsung dibangun, sistemnya mungkin jalan tapi tidak menyelesaikan masalah aslinya.
Pendekatan
Saya minta waktu satu sesi sebelum mulai estimasi. Bukan untuk menghambat, tapi untuk memastikan apa yang akan dibangun adalah hal yang tepat. Dari sesi itu, scope berubah — lebih kecil dari yang diminta, tapi lebih tepat sasaran. Pembangunan dibagi dalam fase yang bisa dievaluasi, setiap fase ada deliverable yang bisa dicoba langsung.
Hasil
Sistem selesai lebih cepat dari estimasi awal karena scope-nya lebih fokus. Yang lebih penting, klien punya sistem yang benar-benar dipakai, bukan yang selesai dibangun lalu terbengkalai karena tidak sesuai kebutuhan nyatanya.
Punya tantangan yang mirip?
Mari ngobrol